Wonosobo, 12 September 2026 — Semangat juang tinggi tampak berkobar di Lapangan Keseneng, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Sebanyak ratusan kader terbaik memadati lapangan dalam apel akbar Gelar Pasukan dan Pembukaan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Gerakan Pemuda Ansor. Acara yang sarat akan khidmat ini tidak hanya menjadi momentum pengkaderan formal, tetapi juga dideklarasikan sebagai gerakan nyata perlawanan terhadap narkoba serta aksi kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Mojotengah, perwakilan PCNU Wonosobo, MWC NU Mojotengah, serta para pejabat penting daerah, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Kab. Wonosobo, Camat Mojotengah, Sekcam, Kapolsek, dan Danramil Mojotengah. Kehadiran para tokoh ini memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menjaga keutuhan serta ketahanan masyarakat.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Aufa Mujtahid membakar semangat para peserta melalui amanat yang sarat makna. Membawa salam hangat dari PW Ansor Jawa Tengah yang berhalangan hadir karena agenda Konferwil, ia menegaskan bahwa kehadiran para kader di lapangan bukanlah sebuah keterpaksaan, melainkan panggilan jiwa.
"Sahabat hadir bukan karena keterpaksaan, tapi karena panggilan jiwa. KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Wahab Chasbullah merupakan pejuang yang membidangi lahirnya bangsa Indonesia. Para ulama ini yang menjadi alasan keterpanggilan kita," tegas Aufa Mujtahid di hadapan ratusan peserta upacara.
Ia mengingatkan agar para kader senantiasa meluruskan dan memperbarui niat untuk mewarisi perjuangan para muassis (pendiri) NU, serta memegang teguh sembilan janji mulia yang tercantum dalam Nawakartika Banser.
Diklatsar ini, lanjut Aufa, merupakan agenda rutin organisasi yang wajib berjalan estafet di setiap periode. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan digembleng dalam "pesantren kedisiplinan" guna mencetak kader yang siap berkhidmat melayani umat. Wonosobo sendiri telah sukses melaksanakan PKD sebanyak sembilan kali, dan hari ini estafet pengkaderan diklatsar di Kabupaten Wonosobo resmi dimulai dari Mojotengah, yang nantinya akan berlanjut ke jenjang Pendidikan Khusus (Diklatsus) dan Susbalan.
Deklarasi Anti Narkoba dan Aksi Penggerebekan Bandar
Momentum pembukaan Diklatsar kali ini terasa semakin istimewa sekaligus mendesak. Mengingat maraknya peredaran obat terlarang di lingkungan masyarakat—terutama setelah aksi heroik 50 anggota Ansor Banser Kalianget yang baru-baru ini sukses menggerebek bandar narkoba secara damai tanpa tindakan anarkis—Ansor Banser Wonosobo mengambil sikap tegas.
Usai upacara pembukaan, seluruh kader membubuhkan komitmen melalui Ikrar Deklarasi Bersama Ansor Banser Anti Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kasatkorcab Banser Wonosobo, Slamet Soleh. Deklarasi ini menjadi benteng moral agar kader Ansor dan Banser steril serta aktif mencegah peredaran barang haram di Wonosobo.
Bakti Nyata untuk Kemanusiaan: Pengiriman Air Bersih
Tak berhenti pada aspek pengkaderan dan keamanan sosial, GP Ansor dan Banser Wonosobo kembali membuktikan kepedulian nyata terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan. Dalam rangkaian acara yang sama, dilakukan pelepasan secara simbolis dua tangki air bersih sejumlah kapasitas 10.000 liter, bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Wonosobo.
Bantuan air bersih ini langsung didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan karena kemarau panjang, yaitu Desa Kumejing di Kecamatan Wadaslintang dan Desa Banyukembar di Kecamatan Watumalang. Aksi ini merupakan wujud konkrit dari komitmen organisasi untuk terus hadir sebagai pelayan umat dan abdi masyarakat yang membawa maslahat.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, ulama, dan kader di lapangan, GP Ansor dan Banser Wonosobo terus mengukuhkan eksistensinya sebagai garda terdepan penjaga moral bangsa, benteng NKRI, serta pelayan setia bagi kemaslahatan masyarakat luas.